Pribumi Muslim Melawan Kolonialisme Portugis

 

 


Ramalam sayyid hasan ( syekh siti jenah ) tentang kesengsaraan yang akan menimpa umat muslim akibat datangnya “ kerbau bule mata kucing “ terbukti dengan jatuhnya malaka kepada portugis. Jatuhnya malaka kedalam genggaman portugis mengakibatkan reaksi keras dari penguasa-penguasa mulsim, terutama penguasa aceh, palembang, demak, dan cirebon.  Adipati unus raja demak kedua melupakan pemimpin muslim yang pertama kali melakukan penyerangan terhadap portugis di malaka pada tahun 1513. Namun, penyerangan yang diketuai oleh adipati unus ini mendapatkan kekalahan telak dari portugis hingga kemudian dalam peperangan-peperangan selanjutnya oleh adipati unus yang dibantu cirebon pada tahun 1521 mengakibatkan meninggalnya raja demak kedua tersebut. Disamping itu, alfanso membuat rencana untuk membangun jaringan monopoli perdagangan rempah dengan mengirim armada kesunda dan maluku. Terbunuhnya sultan ternate mengakibatkan bergolaknya perlawanan dari rakyat, sultan khairun sebagai pemimpin dalam penyerangan terhadap portugis saat itu. Penyerangan ini menggunakan strategi pengepungan terhadap benteng gamalama, penyerangan ini menghasilkan kemenangan dari pihak sultan khairun dan menguasai benteng gamalama, hingga pada masa sultan babullah ia menjadikan benteng ini sebagai istananya.

            Disamping itu, sultan alaudin penerus dari sultan mahmud masih berusaha untuk merebut kembali malaka dari tangan portugis, ia membangun kekuatan di johor. Higga pada tahun 1533 pasukan johor yang menyusup kemalaka ketahuan yang mengakibatkan pertempuran yang dimenangkan oleh portugis. Tidak sampai disana, portugis kembali menyerang pertahanan sultan alaudin pada tahun 1535 yang menimbulkan kerusakan dan kerugian besar atas pasukan sultan alaudin. Hingga pada tahun 1537 portugis menghentikan penyerangan terhadap pertahanan sultan alaudin karena malaka pada saat itu diserang oleh kesultanan aceh dengan dukungan gujarat, malabar, turki dan abbysinia, meski penyerangan oleh lesultanan aceh ini tidak berhasil, namun ia mengakibatkan malaka tidak lagi aman bagi portugis. Setelah peperangan dengan kesultanan aceh, malaka kembali mendapat serangan dari angkatan laut persekutuan johor, pahang, perak dan beruas, mereka mengepung malaka selama 30 hari, namun hasilnya portugis masih mampu terlepas dari ancaman tersebut akibat penghianatan dari laksamana johor dan anaknya. Johor kemudian mendapatkan serangan dari aceh akibat dianggapnya mereka bersekutu dengan portugis, johorpun jatuh ketangan kesultanan aceh. Setelah penyerangan ini, johor kemudian bersekutu dengan portugis. Tidak sampai disitu, kemudian pada tahun 1568 aceh kembali menggempur malaka yang mengakibatkan ketidsk amanan malaka bagi armada-armada portugis. Jatuhnya malaka ketangan portugis mengakbitaknya perubahan yang signifikan terhadap ekonomi, agama, teknologi, kesenian, dan konflik antar etnik. Perampokan yang dilakukan portugis terhadap kapal-kapal dagang yang melewati selat malaka sebagai contoh dalam perubahan ekonomi dan teknologi.

            Kedatangan kolonial belanda juga mendapatkan reaksi keras dari pribumi islam, tidak terkecuali pemimpin-pemimpin muslim. Perlawanan sultan hasanuddin raja gowa dinobatkan sebagai perlawana  pertama terhadap kolonial belanda pada tahun 1660 kemudian dilanjutkan oleh karaeng galesong putra hasanuddin, walaupun semua penyerangan itu berakhir atas kekalahan sultan hasanuddin. Disamping itu, 1722 surabaya melakukan penyerangan terhadap kolonial belanda yang diketuai oleh bupati surabya jayapuspita yang didukung oleh kyai dan tokoh agama yang disegani masyarakat. Penyerangan ini cukup merepotkan pihak kolonial belanda. Penyerangan selanjutnya dipimpin kyai tapa yang menghasilkan kembalinya tanah banten jatuh ketangan kelompok kyai tapa.

Sumber; Agus Sunyoto, Fatwa Dan Resolusi Jihad, ( Jakarta Lesbumi PBNU,  2017 ) hal 7-15

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Epistemologi: Fondasi Pengetahuan Manusia dalam Konteks Modern

Psikologi Uang: Analisis Kritis atas Buku "The Psychology of Money" oleh Morgan Housel

UPAYA GURU MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SISWA UNTUK MENGHADAPI ERA GLOBALISASI 4.0 PADA KELAS 10 DI SMA PLUS NURUL MUBIN IWAN