Sejarah Perkembangan Ilmu Mantik



            Pada zama sebelum masehi,negara yunani pernah menjadi negara besar yang maju  hal ini  terjadi bukan tanpa sebab,akan tetapi karena banyaknya ilmu pengetahuan yang muncul di negara itu menjadi dasar ilmu pengetahuan yang berkembang sampai sekarang ini.ketika ilmu filsafat sedang berkembang,muncullah satu aliran yang tidak berbicara soal filsafat melainkan ilmu bicara Golongan itu dinamakan golongan sofisme.

            Pada tahun yang bersamaan hiduplah seorang filosof yang sangat mahsyur namanya Socrates ( 469-399 ) yang mengajarkan ilmu Analitika dan dialitika.golonhgan ini tidak sependapat dengan golongan sofisme,hal itu mengakibatkan Socrates dituduh mengajarkan ilmu yang merusak jiwa pemuda dan diponis hukuman mati. Socrates  tidak meninggalkan karya tulis tetapi ilmunya tersebar luas dan di lanjutkan oleh murid-muridnya.salah satu muridnya adalah plato yang memiliki karya tulis,dan setelah plato meninggal di teruskanlah oleh muridnya yang bernama Arisaoteles       ( peletsak dasar berfikir yang tersusun ) dan pada abad ke-2 M  Arisoteles mengganti namanya menjadi ilmu Logika.

            Perkembangan ilmu mantik bermula dari penerjemahan terhadap karya tulis pemikir yunani,dibawah perintah khalifah Al-Mansur. tetapi sebelum itu,khalifah Al-Ma’mun yang bermimpi bertemu dengan arisoteles yang perbincangannya mengarah kepada sumber kebenaran akal. segera khalifah al-ma’mun mengirim delegasi ke roma guna untuk memppelajari ilmu yang sedang berkembang pesat yang kemudian akan di terjemahkan kedalam bahasa arab oleh ibnu muqoffa’ ( 760 M ). ilmu asing yang di adopsi bangsa arab diklasifikasikan oleh khawarizmi berjumlah Sembilan ilmu,dan ilmu mantik adalah salah satunya. Dan Madrasah pertama yang menjadikan ilmu logika sebagai ilmu dasar dalam bidang astrotomi,kedokteran dan kalam adalah madrasah alexsandria.

            Setelah mansuknya ilmu logika ke negeri arab, tidak serta merta ulama klasik menerimanya,bahkan ilmu mantik mengalami bantahan dari ulama klasik. Karena menurut mereka belajar filsafat sam ahalnya belajar sesuatu yang menyesatkan. Kecaman dan penolakan yang pertama adalah dari khalifah Al- Mutawakkil yang saat itu menduduki kekhalifahan abbasiyah ( 846 M ), Ilmu mantek juga mendapatkan penentangan dari golongan teolog Asy’ariyah terutama Al-Ghazali ( 1059 ).hingga pada ahirnya muncullah pemikir besar islam ibnu rusyd yang berani melawan mainstream tersebut dengan salah satu karya tulisnya berjudul Al tahafut.

            Meski demikian,perlawanan terhadap ilmu yang dianggap suatu ilmu yang menyesatkan terus berlanjut,bahkan sampai kepada terbunuhnya filosof muslim sahruardi.muncullah dua penentang  yakni ibnu taimiyah dan ibnu solah. pemboikatan yang dilakukan oleh ibnu taimiyah adalah tidak memberi ruang kepada buku-buku filsafat serta menstatuskan ibnu sina sebagai seorang kafir. Serjan muslim yang pertama kali menghubungkan ilmu mantek dengan ilmu islam adalah al-ghazali, maka pada abad- abad seterusnya ilmu mantik sudah di mansuki nilai-nilai keislaman.

            Setelah runtuhnya madrasah bagdad,ilmu mantik tidak digunakannya lagi metode arisoteles,melainkan diktat khusus karya ibnu sina. Dan pada tahun-tahun selanjutnya karya-karya ibnu sina lebih membumi daripada karya arisoteles.

            Ilmui mantik mulai tersebar luas ke Andalusia dan Persia ( 12-13 M ) dengan bentuk baru yang mulai terbebaskan dari filsafat. Al-ghazali memberikan inovasi baru yakni membawa ilmu mantik secara perlahan kepada disiplin ilmu lainnya,sejak itulah al- ghazali melegitimasi umat muslim untuk mempelajari ilmu logika dalam kapasitasnya sebagai kewajiban komunal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Epistemologi: Fondasi Pengetahuan Manusia dalam Konteks Modern

Psikologi Uang: Analisis Kritis atas Buku "The Psychology of Money" oleh Morgan Housel

UPAYA GURU MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SISWA UNTUK MENGHADAPI ERA GLOBALISASI 4.0 PADA KELAS 10 DI SMA PLUS NURUL MUBIN IWAN