Postingan

Kenapa Kerja Keras Sering Membuat Orang Tetap Miskin: Dekonstruksi Kekayaan Menurut Naval Ravikant

Gambar
  Kita dibesarkan dengan sebuah dogma yang hampir tak pernah dipertanyakan: “Kerja keras akan membawa kesuksesan.” Sejak bangku sekolah, kita diajari bahwa keringat, jam lembur, dan pengorbanan waktu adalah tiket menuju kehidupan yang lebih baik. Namun realitas di sekitar kita sering membantah dogma itu. Banyak orang yang bekerja 10–14 jam sehari tetap hidup dalam ketidakpastian finansial, sementara sebagian kecil orang lain seolah “bekerja lebih sedikit” tapi mengumpulkan kekayaan jauh lebih besar. Naval Ravikant, melalui pemikiran yang dirangkum dalam The Almanack of Naval Ravikant , menawarkan diagnosis yang tajam: masalahnya bukan pada kurangnya usaha, melainkan pada jenis usaha yang kita lakukan. Kerja keras fisik yang menjual waktu secara langsung adalah bentuk perbudakan modern yang tersamar. Ia menciptakan ilusi kemajuan, padahal yang terjadi hanyalah pertukaran linear antara jam hidup dengan uang. Uang Bukan Kekayaan Naval membedakan secara tegas antara money dan wealth ....

Ilusi Baik dan Jahat: Mengapa Kebenaran Selalu Bergantung pada Tempat Kita Berdiri

Gambar
Di alam, tidak ada yang benar-benar jahat atau benar-benar baik. Yang ada hanyalah sudut pandang. Bayangkan sehelai rumput di padang sabana. Bagi rumput, rusa adalah bencana yang datang setiap hari. Rahang besar itu menghancurkan rumah, memutus kehidupan, dan membawa kematian massal tanpa ampun. Rusa, dalam mata rumput, adalah monster. Lalu datanglah singa. Bagi rumput, auman singa adalah suara penyelamat. Singa menghentikan pembantaian, memberi rumput kesempatan untuk tumbuh kembali. Singa, dalam sudut pandang rumput, adalah pahlawan. Tapi bagi rusa? Singa adalah pembunuh kejam. Dan bagi singa? Rusa hanyalah sumber kehidupan. Fakta biologisnya sama: rusa makan rumput, singa makan rusa. Namun makna moral dari fakta itu berubah total hanya karena kita bergeser beberapa sentimeter dari satu makhluk ke makhluk lain. Inilah pelajaran paling sederhana sekaligus paling sulit diterima: label “baik” dan “jahat” bukan sifat objektif yang melekat pada suatu peristiwa atau tokoh. Ia adalah pro...

IMPLEMENTASI PRINSIP MAQASHID SYARI’AH DALAM KEBIJAKAN MIKRO SYARI’AH DI BANK SYARI’AH INDONESIA KCP (KANTOR CABANG PEMBANTU) PRAYA SUDIRMAN 1

Gambar
  IMPLEMENTASI PRINSIP MAQASHID SYARI’AH DALAM KEBIJAKAN MIKRO SYARI’AH DI BANK SYARI’AH INDONESIA KCP (KANTOR CABANG PEMBANTU) PRAYA SUDIRMAN 1   ABSTRAK Tujuan Penelitian ini Adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi prinsip Maqashid Syariah dalam kebijakan mikro syariah di Bank Syariah Indonesia   Cabang   Praya Sudirman 1 , dan untuk mengetahui solusi yang dapat diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia Cabang   Praya Sudirman 1 dalam mengoptimalkan kebijakan mikro syariah berbasis Maqashid Syariah guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat . Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriftif field Reseach (penelitian lapangan). Dan   responden dalam penelitian adalah Pimpinan Cabang Bank BSI KCP Praya Sudirman I, Nasabah. Tehnik yang digunakan dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan tehnik wawancara, observasi, dokumentasi. Sedangkan tehnik analisis data dengan menggunakan te...