Empirisme Dalam Pandangan David Hume


 Pendahuluan:

Filsafat empirisme, yang diperjuangkan oleh David Hume, mengajukan pendekatan kritis terhadap konsep pengetahuan dan asal-usul ide. Dalam jurnal ini, kami akan mengeksplorasi pandangan Hume tentang empirisme, fokusnya pada asosiasi ide dan penolakan terhadap keyakinan metafisika tradisional.

1. Kritik Terhadap Asosiasi Ide: Hume menyatakan bahwa semua ide berasal dari pengalaman, dan ide-ide ini diasosiasikan melalui prinsip-prinsip asosiasi, yaitu kesamaan, kontiguasi, dan sebab-akibat. Dengan menekankan pada asosiasi, Hume menantang klaim ide-ide rasional atau a priori.

2. Pengalaman sebagai Satu-satunya Sumber Pengetahuan: Empirisme Hume menegaskan bahwa satu-satunya sumber pengetahuan yang dapat diandalkan adalah pengalaman inderawi. Ia menolak ide-ide bawaan dan berpendapat bahwa semua pengetahuan berasal dari pengamatan dan pengalaman.

3. Keterbatasan Induksi dan Kepercayaan: Hume menyoroti keterbatasan induksi, mengklaim bahwa tidak mungkin memberikan justifikasi rasional untuk asumsi-asumsi induktif. Hal ini menciptakan tantangan terhadap keyakinan ilmiah dan memberikan kontribusi pada konsep "probabilitas" sebagai alternatif.

4. Subjektivitas Kesadaran dan Identitas Diri: Hume menelusuri asal-usul gagasan identitas diri dan menyimpulkan bahwa tidak ada inti yang tetap atau substansi pada diri manusia. Identitas diri dipandang sebagai serangkaian pengalaman bersambung, bukan entitas yang konstan.

Catatan Kaki:

  1. Hume, David. "An Enquiry Concerning Human Understanding." Hackett Publishing Company, 1993.
  2. Strawson, Galen. "The Secret Connexion: Causation, Realism, and David Hume." Oxford University Press, 1989.
  3. Norton, David Fate. "David Hume: Common-Sense Moralist, Sceptical Metaphysician." Princeton University Press, 1982.
  4. Hume, David. "A Treatise of Human Nature." Oxford University Press, 2000.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Epistemologi: Fondasi Pengetahuan Manusia dalam Konteks Modern

Psikologi Uang: Analisis Kritis atas Buku "The Psychology of Money" oleh Morgan Housel

UPAYA GURU MEMBANGKITKAN MINAT BELAJAR SISWA UNTUK MENGHADAPI ERA GLOBALISASI 4.0 PADA KELAS 10 DI SMA PLUS NURUL MUBIN IWAN