Filsafat Maulana Jalaluddin Rumi
BAB I PENDAHULUAN A. Pendahuluan Berbicara tentang seorang tokoh sufi sudah cukup banyak tokoh yang populer dibicarakan atau diteliti, demikian juga konsep tasawuf mereka. Seperti halnya dalam berbagai segi keindahan ungkapan spiritual yang telah banyak tertuang dalam karyanya, misalnya ‘Abd al-Kariim al-Qushayri (w. 465 H), Abu Yazid al-Bistami (w. 261 H) , Junayd al-Baghdadi (w. 297 H), al-Hallaj (w. 309 H) , Rabi’ah al-‘Adawiyah (w. 185 H) dan lainnya. Dari para tokoh tasawuf ini, cinta berkembang sampai abad ke 13-17 M, sastra sufi mulai mendaki puncak perkembangannya dalam kesusastraan Arab dan Persia. Sehingga melahirkan banyak puisi sufistik yang berasal dari Persia diantaranya Jalal al-Diin al-Rumi. Muhammad Jalal al-Din al-Rumi Muhammad bin Hasin al-Khattabi alBalkhi atau lebih dikenal dengan sebutan Jalal Al-Din Al-Rumi, Mulla ye Roum dan Mawlawi ye Rumi, akan tetapi para penulis tidak sama dalam menyebutkan urutan nama diri, nama kehormatan bahkan nama pan...